KAJIAN KE 2 TENTANG "PERAN RAMADHAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DAN ETIKA SOSIAL MASYARAKAT MUSLIM"
Jakarta, 17 Maret 2025. DPP Gerakan Juang dan Pendidikan Indonesia (GJPI) kembali mengadakan kajian yang kedua kalinya dengan tema "Peran Ramadhan Dalam Pembentukan Karakter dan Etika Sosial Masyarakat Muslim" yang dihadiri oleh Ustadz Rahmat Malawat, masyarakat sekitar dan tentunya dihadiri oleh pengurus DPP GJPI.
![]() |
| *Foto saat kajian di selenggarakan |
Bulan Ramadan adalah bulan suci bagi umat Islam, bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, namun Ramadan adalah kesempatan emas untuk melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik, baik secara individu maupun sosial. Adapun beberapa manfaatnya, yiatu:
- Meningkatkan kesabaran dan pengendalian diri : Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dapat melatih kesabaran dan pengendalian diri sehingga bisa membantu kita mengendalikan emosi dan hawa nafsu dalam kehidupan sehari-hari.
- Empati dan rasa syukur : Merasakan lapar dan haus membantu kita memahami penderitaan orang lain yang kurang beruntung. Ini menumbuhkan empati dan rasa syukur atas nikmat yang kita miliki.
- Kejujuran : Puasa mengajarkan kita untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain. Tidak ada yang bisa melihat apakah kita benar-benar berpuasa, kecuali diri kita sendiri dan Tuhan.
- Silaturahmi dan kebersamaan : Momen berbuka puasa dan menghadiri kajian bersama bisa mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dalam masyarakat.
- kepedulian : Ramadan adalah waktu untuk berbagi dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Kegiatan seperti berbagi takjil dan memberi sedekah memperkuat rasa kepedulian sosial.
Dalam tausiah nya, Ustadz Rahmat Malawat mengatakan bahwa "Ulat berpuasa sebagai penebus dosa pada dirinya karna telah berbuat kerusakan setelah melewati masa tirakatnya, dia berubah menjadi kupu-kuupu yang terlihat indah dan bisa bermanfaat bagi alam sekitarnya. Sementara puasanya ular hanya untuk beristirahat dari hawa nafsunya, setelah dia melewati masa tirakatnya kebiasaan dia tidak berubah dan justru membahayakan makhluk di sekeliling nya." yang menjadi narasumber di kajian ini.
Kesimpulan nya, Ramadan adalah kewajiban yang mengajarkan kita tentang kesabaran, kejujuran, empati, solidaritas, toleransi, dan kebersamaan. Nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci ini berakhir. Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi momen ibadah tahunan, tetapi juga proses pembentukan karakter dan etika sosial yang berkelanjutan.

Comments
Post a Comment