BEDAH BUKU "PENDIDIKAN KAUM TERTINDAS" KARYA : PAULO FREIRE OLEH KOORDINATOR BIDANG PENDIDIKAN SIPIL ROZA AZAHRA

  


    Pada hari Senin, 9 Desember 2024 DPP GJPI mengadakan kegiatan Dialogis #I yaitu: Bedah Buku "Pendidikan Kaum Tertindas" karya : Paulo Freire. Kegiatan ini dikoordinir oleh Koordinator Bidang Pendidikan Sipil (Roza Azahra)Bedah buku ini terlaksana dengan baik  yang membahas serta merangkum isi buku secara jelas dan terarah. Diskusi interaktif selama kegiatan menghasilkan pengetahuan serta pengalaman baru bagi para peserta. 

    Adapun kesimpulan utama dari bedah buku ini adalah "Penindasan merupakan problematika paling mendasar dalam kehidupan sosial, politik bahkan pendidikan. Upaya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut haruslah berangkat daripada upaya peningkatan akan pemahaman dan kesadaran bagi yang tertindasuntuk dapat menjadi alat pembebasan yang mendalam dan progresif. Penyadaran akan dualisme eksistensial mengenai para penindas diharapkan mampu memutus rantai penindas yang baru. Semua hal tersebut harus berangkat dari upaya pembebasan yang bermula dari pendidikan bagi kaum-kaum yang tertindas. 

    Untuk mengatasi masalah penindasan, langkah pertama yang krusial adalah membangkitkan kesadaran kritis pada kelompok tertindas. Dengan memahami akar permasalahan dan struktur kekuasaan yang menindas, mereka dapat secara aktif terlibat dalam proses pembebasan diri. Penyadaran akan dualisme penindas-tertindas juga penting untuk memutus siklus penindasan yang terus berulang, sehingga tidak muncul generasi penindas baru. Pendidikan kritis menjadi kunci dalam upaya ini, karena melalui pendidikan, individu dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis situasi sosial, dan menantang status quo.

    Pendidikan tidak hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga merupakan alat transformasi sosial. Pendidikan yang berorientasi pada pembebasan harus mampu mendorong individu untuk menjadi agen perubahan. Dengan membekali mereka dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kritis, pendidikan dapat memberdayakan kelompok tertindas untuk melawan ketidakadilan dan membangun masyarakat yang lebih adil dan bermartabat. Proses pendidikan ini harus bersifat dialogis dan partisipatif, sehingga peserta didik dapat aktif terlibat dalam merumuskan tujuan dan metode pembelajaran.

Comments

Popular posts from this blog

DPW GJPI SUMUT kecam penebangan pohon di Nias Selatan dan desak penutupan PT Gruti dan PT Teluk Nauli

GJPI TELAH RESMI LAUNCHING DAN MENGESAHKAN PELANTIKAN DPP

AUDIENSI BAWASLU JAKARTA TIMUR DENGAN GJPI: FOKUS PADA PENGAWASAN PILKADA DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT