RAPAT LANJUTAN DPP GJPI DENGAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI MEMBAHAS TENTANG PENTINGNYA KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI ANAK USIA SEKOLAH & REMAJA SERTA DAMPAK PERNIKAHAN DINI DAN RISIKO PENYAKIT MENULAR SEKSUAL.
Jakarta, 10 September 2024 - DPP GJPI mengadakan audiensi lanjutan dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara online via-zoom. Pada audiensi kali ini GJPI bersama dengan Kementrian kesehatan Indonesia membahas tentang sosialisasi kesehatan reproduksi anak usia sekolah dan remaja khususnya pada daerah marjinal atau pedesaan yang diharapkan dapat terealisasikan dengan baik.
GJPI terus melakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pernikahan dini dan risiko penyakit menular seksual, terutama di kalangan remaja. Berdasarkan data terbaru, pernikahan dini masih menjadi tantangan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk wilayah marjinal dan pedesaan yang rentan.
Berdasarkan data yang kami dapatkan remaja perempuan dan laki-laki yang telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah mengalami risiko yang signifikan. Sebanyak 59% wanita dan 74% pria yang terlibat dalam hubungan seksual sebelum pernikahan pertama mereka berada di kelompok usia 15-19 tahun. Remaja perempuan yang telah melakukan hubungan seksual melaporkan bahwa 12% di antaranya mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, sementara 7% pria melaporkan memiliki pasangan yang menghadapi kehamilan tak terencana.
Sebagaimana yang tertuang dalam Anggaran Dasar GJPI Bab1.II Pasal VIII,"Gerakan Juang dan Pendidikan Indonesia bertujuan untuk merawat, menjaga serta memajukan kualitas pendidikan di Indonesia dengan sikap akademis serta gerakan perjuangan progresif demi tercapainya pemerataan pendidikan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dikarenakan hal tersebut kami melihat bahwa kualitas kesehatan anak usia sekolah dan Remaja Indonesia tentu saja perlu dijaga dan diperhatikan secara serius dikarenakan hal tersebut dapat mempengaruhi kegiatan menganyam Pendidikan bagi anak usia sekolah dan Remaja. GJPI merasa terpanggil untuk ikut serta mengedukasi serta memberikan wawasan yang lebih bagi mereka, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah Marjinal dan Pedesaan.
Pada akhir perbincangan GJPI berkomitmen untuk terus ikut serta dalam membantu pengedukasian masyarakat baik secara online maupun offline. Keterbukaan Kemenkes RI dalam merespon GJPI sangat diapresiasi serta diharapkan dapat terjalin kolaborasi atau mitra demi tujuan bersama.
Comments
Post a Comment